Dalam kegiatan reses DPRD Bandung ini, warga menyampaikan berbagai persoalan kewilayahan, mulai dari pelayanan sosial, infrastruktur lingkungan, hingga pengelolaan sampah.
Antusiasme masyarakat terlihat dari aktifnya diskusi di setiap pertemuan. Warga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan aspirasi secara langsung kepada anggota DPRD Kota Bandung.
BANDUNG – Anggota DPRD Kota Bandung Ahmad Rahmat Purnama kembali menyerap aspirasi masyarakat melalui agenda Reses Masa Persidangan II Tahun Anggran 2025/2026. Kegiatan reses yang berlangsung selama enam hari, mulai 8 hingga 13 Maret 2026, menjadi ruang dialog antara wakil rakyat dan warga di wilayah Daerah Pemilihan (Dapil) 3 Kota Bandung meliputi 5 kecamatan; Cibiru, Ujungberung, Mandalajati, Antapani & Arcamanik.
Reses menjadi salah satu mekanisme penting dalam sistem demokrasi lokal untuk memastikan kebijakan pemerintah daerah selaras dengan kebutuhan masyarakat.
Bahas Optimalisasi Pelayanan Sosial Kota Bandung
Dalam kegiatan reses tersebut, Ahmad menghadirkan narasumber langsung pengampunya yaitu Dinas Sosial Kota Bandung guna memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai apa saja layanan yang ada dan bagaimana cara mengaksesnya.
Diskusi yang mengangkat tema Optimalisasi Pelayanan Sosial membahas beberapa isu penting, di antaranya:
• Mekanisme pembaruan desil dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN)
• Prosedur pengajuan bantuan sosial agar tepat sasaran
• Layanan advokasi bagi lansia dan penyandang disabilitas
Menurut Ahmad, pemahaman masyarakat mengenai layanan sosial pemerintah sangat penting agar program bantuan dapat dimanfaatkan secara optimal.
“Pelayanan sosial adalah hak dasar masyarakat. Melalui reses ini, saya ingin memastikan warga di Dapil 3 memahami apa saja layanan sosial yang disiapkan oleh Pemkot Bandung dan bagaimana cara mengaksesnya, hambatan apa saja yang sering mereka hadapi dan bagaimana cara mengatasinya,” ujar Ahmad
Pengelolaan Sampah Jadi Perhatian Warga Bandung Timur
Selain isu layanan sosial, pengelolaan sampah di Bandung Timur juga menjadi topik lain yang dibahas dalam reses tersebut.
Dalam diskusi tersebut, Ahmad mengundang Gaslah (Gerakan Pemilah & pengolah sampah) sebagai peserta untuk mendapatkan update informasi dari mereka tentang pemilahan & pengolahan sampah yang sudah berjalan sebulan lebih serta mendengarkan keluhan-keluhan dan hambatan yang dihadapi selama menjalankan tugasnya.
Gaslah melakukan pemilahan dan pengolahan sampah dan mengedukasi masyarakat untuk mulai memilah sampah secara konsisten dari sumbernya, sehingga volume sampah yang dikirim ke tempat pembuangan akhir dapat berkurang, bahkan sampai habis.
“Para Gaslah yang ditugaskan di setiap RW ini sangat semangat menjalankan tugasnya memilah dan mengolah sampah serta mengedukasi warga RW tersebut untuk memilah sampah secara konsisten. Tapi mereka mengeluhkan bahwa dukungan dari pemerintah setempat masih kurang, juga kurangnya sarana & prasarana yg mendukung, seperti ember, timbangan, sarung tangan, masker, dll. Oleh karenanya saya mengundang mereka ke reses saya untuk menunjukkan bahwa pemerintah hadir di tengah2 mereka. Sayangnya karena kesibukan dari DLH nya tidak hadir” kata Ahmad.
Aspirasi Warga Dapil 3 Kota Bandung
Sepanjang kegiatan reses DPRD Kota Bandung, Ahmad mencatat sejumlah aspirasi warga yang akan dibawa ke pembahasan di DPRD dan disampaikan ke dinas terkait.
Beberapa aspirasi utama masyarakat antara lain:
• Pelatihan-pelatihan; Barista, Tata Rias, Digital Marketing, Menjahit Dasar, dll.
• Peningkatan infrastruktur lingkungan
• Percepatan respons layanan sosial masyarakat dari kewilayahan; kecamatan & kelurahan
• Dukungan sarana dan prasarana bagi Gaslah yang ada di setiap RW
Komitmen Mengawal Aspirasi Warga
Ahmad menegaskan bahwa kegiatan reses DPRD Kota Bandung merupakan momentum penting untuk mendengar langsung kebutuhan masyarakat.
Ia berkomitmen untuk mengawal aspirasi yang disampaikan warga agar dapat direalisasikan dalam bentuk kebijakan maupun program pemerintah kota.
“Reses adalah kesempatan untuk sosialisasi tentang kondisi terkini tentang Kota Bandung dan mendengar langsung suara masyarakat. Aspirasi yang disampaikan warga akan kami sampaikan ke pihak terkait dan dikawal, dengan harapan dapat segera direalisasikan. Tentu saja aspirasi tersebut harus relevan dengan program kerja Pemkot” ujarnya.
