Atasi Darurat Sampah Bandung, WECI Ujungberung Sulap Sampah Residu Jadi Energi Terbarukan

BANDUNG - Permasalahan sampah di Kota Bandung yang tak kunjung usai memicu lahirnya berbagai inovasi lokal. Salah satunya datang dari kawasan Ujungberung, dimana sebuah metode pengolahan sampah inovatif bernama Waste Energy Carbon Indonesia (WECI) mulai unjuk gigi.

WECI merupakan hasil riset dari seorang warga asli Ujung berung bernama Irwan, Inovasi ini memanfaatkan limbah karbon hasil pembakaran batok kelapa untuk menyulap sampah residu yang selama ini menjadi momok lingkungan seperti popok bayi dan plastik kemasan makanan dan sampah rumah tangga lainnya menjadi pelet bahan bakar ramah lingkungan.

Inovasi tersebut mendapat perhatian serius anggota DPRD Kota Bandung dari daerah pemilihan 3, Ahmad Rahmat Purnama, A.Md., saat mengunjungi lokasi pengolahan sampah WECI di Ujungberung, Jumat 03 Juli 2026.

Ahmad menegaskan bahwa metode mencampur sampah cacah dengan karbon batok kelapa ini bisa menjadi angin segar bagi kedaruratan sampah di Kota Kembang.

"Tentu kita berharap bahwa ini bisa menjadi salah satu alternatif solusi untuk menyelesaikan masalah sampah yang ada di Kota Bandung yang sampai hari ini belum selesai," ujar Ahmad saat ditemui di lokasi.

Menurut Ahmad, pelet yang dihasilkan dari proses ini memiliki potensi besar sebagai energi alternatif pengganti kayu bakar atau bahan bakar industri,efektivitasnya bahkan sudah diuji coba langsung di beberapa industri kuliner di wilayah jawa barat.

Sementara itu, penggagas WECI Irwan menjelaskan bahwa formula WECI berfokus pada penyerapan sampah residu jenis sampah anorganik yang kerap ditolak pengepul karena tidak laku dijual, seperti popok bekas dan sampah residu rumah tangga lainnya, sampah-sampah tebal ini dicacah, lalu dicampur dengan karbon batok kelapa yang sudah disaring menjadi partikel powder dan granule dan pada akhirnya dicetak menjadi pelet yang ramah lingkungan.

"Hasil cek laboratorium menunjukkan hasil pembakaran pelet kita itu bebas polutan, tanpa bau, dan tanpa asap dan setelah kami uji di Lab (Laborarium) kualitasnya kalorinya hampir menyamai batu bara kualitas tinggi," Klaim Irwan.

Irwan menambahkan tempat pengelolaan sampah WECI ini sudah mampu melahap hingga 2 ton sampah residu setiap harinya.

"Saat ini, kapasitas produksi kami di satu tempat pengelolaan WECI ini sudah bisa memproses sekitar 2 ton sampah per hari. Jadi, sampah-sampah yang tadinya menumpuk di TPS bisa langsung kami serap dan diolah di sini, tanpa harus dikirim ke TPA (Tempat Pembuangan Akhir)" kata Irwan.

Kendati menawarkan efisiensi tinggi, Ahmad Rahmat menggarisbawahi bahwa teknologi penyelesaian sampah baik di tingkat hulu sampai kepada hilir tidak akan berdampak masif apabila hanya berjalan secara parsial. Ia meminta adanya integrasi kebijakan dari pemerintah kota yang kemudian dibarengi perubahan kultur masyarakat dalam memilah sampah di masyarakat

"Ini salah satu solusi alternatif yang bagus sekali, namun perlu kita tekankan bahwa penyelesaian sampah ini tidak bisa dilaksanakan oleh satu pihak saja. Harus ada keterlibatan semua pihak (stakeholder) baik dari jajaran pemerintah, komunitas, hingga seluruh warga kota, guna memastikan Bandung sebagai kota bebas sampah" ujar Ahmad menutup pembicaraan.*(ns)

Atasi Darurat Sampah Bandung, WECI Ujungberung Sulap Sampah Residu Jadi Energi Terbarukan